Sejarah Islam DI Malaysia (SIAT)
A.Sejarah perkembangan
Sebenamya tidak adanya kejelesan mengenai kapan islam tersebar di Malaysia. Sehingga menimbulkan berbagai macam teori:
Wan Husain Azmi, mengungkapkan sebuah teori:
Islam pertama kali sampai di Malaysia pada abad pertama hijriah. Pada abad pertama hijriah orang islam arab telah sampai di gugusan melayu Fatmi mengatakan:
Islam datang pertama kali sekitarabad 8 hijriah.atau pada abad ke 14 masehi. Ja menemukan batu bersurat di Trengganu pada tahun 702 hijriah/1302 M
Sekitar abad ke-14 agama Islam masuk ke Malaysia dibawa oleh pedagang dari Arab, Persia, Gujarat dan Malabar. Disamping itu, ada seorang ulama bemama Sidi Abdul Aziz dari Jeddah yang mengislamkan pejabat pemerintah Malaka dan kemudian terbentuklah kerjaan Islam di Malaka dengan rajanya yang pertama Sultan Permaisura. Setelah beliau wafat diganti oleh Sultan Iskandar Syah dan penyiaran Islam bertambah maju, pada masa
Sultan Mansyur Syah (1414-1477 M). Sultan suka menyambung tali persahabatan dengan kerajaan lain seperti Syam, Majapahit, dan Tiongkok
Majun mengatakan; Islam tiba di Malysia pada abad ke 15 dan 16 Masehi, Namun teori dari fatmi dan majun belum
Valid. Penemuan batu nisan di tanjung inggris, Kedah. Pada tahun 1965. Tertulis nama Syekh Abdul Qadir Ibnu Khusyen Stah 1965 m abad ke 9 M. la adalah seorang da'I keturunan Persia.
Pada abad ke 3 h atau 10 m islamisasi di Malaysia tidak lepas dari peranan raja-raja Melaka. Sultan Muhammad syah. Adalah orang yang pertam kaali masuk islam. Kejayaan Malaka dapat dibina lagi sedikit demi sedikit oleh Sultan Aludin SyahI, sebagai pengganti Muhammad Syah. Kemudian pusat pemerintahannya dari Kampar ke Johor (Semenanjung Malaka). Sultan Alaudin Syah I dikenal sebagai Sultan Johor yang pertama dan negeri Johor makin nertambah ramai dengan datangnya para pedagang dan pendatang. Sampai sekarang perkembangan agama Islam di Malaysia makin bertambah maju dan pesat, dengan bukti banyaknya masjid-masjid yang dibangun, juga terlihat dalam penyelenggaraanjamaah haji yang begitu baik. Sehingga dapat dikatakan bahwa perkemabangan Islam di Malaysia, tidak ada hambatan. Bahkan, ditegaskan dalam konstitusi negaranya bahwa Islam merupakan agama resmi
negara. Di kelantan, hukum hudud (pidana Islam) telah diberlakukan sejak 1992. kelantan adalah negara bagian yang dikuasai partai oposisi, yakni Partai Al-Islam se-Malaysia (PAS) yang berideologi Islam. Dalam pemilu 1990 mengalahkan UMNO dan PAS dipimpin oleh Nik Mat Nik
Abdul Azis yang menjabat sebagai Menteri Besar Kelantan. Anggapan umum bahwa Islam wujud buat pertama kali di Malaysia pada abad ke-10 di Terengganu yang merupakan negeri Melayu pertama untuk memeluk Islam. Dapatan ini berdasarkan Tugu Peringatan Batu yang ditemui di Kuala Berang, Terengganu.
Pada tahun 1303, Sultan Muzaffar Shah I (abad ke-12) dari Kedah memeluk Islam dan menjadi raja Melayu pertama yang diketahui untuk berbuat demikian. Bagaimanapun, adalah pemelukan Islam oleh Sultan Megat Iskandar Shah, sebelum itu dikenali sebagai Parameswara, yang merupakan peristiwa penting dalam pemelukan Islam oleh orang-orang Melayu di Malaysia.
Baginda telah memeluk Islam selepas perkahwinannya dengan seorang puteri dari Pasai. Bentuk-bentuk Islam di Malaysia :
Sunni Islam Ajaran Shafi'i yang merupakan salah satu cabang kepada Sunni, merupakan mazhab yang utama di Malaysia. Bentuk ajaran lain dianggap menyeleweng bagi di kebanyakan tempat di Malaysia. Pun
begitu, di sesetengah kawasan terpencil, masih ada elemen Shamanism dalam ajaran Islam mereka. Masjid sudah menjadi kelaziman di merata tempat di seluruh negara dan suara Azan dapat didengari dari kubah-kubah masjid 5 kali setiap hari. Pihak kerajaan dan institusi perbankan akan ditutup selama dua jam pada hari Jumaat bagi menghormati pekerja-pekerja yang perlu menunaikan solat secara jemaah di masjid-masjid. Di sesetengah negeri seperti Kelantan, Terengganu dan Kedah, mereka memilih hari Jumaat dan Sabtu dan bukan Sabtu dan Ahad sebagai hari cuti umum. Islam Hadhari
Istilah "Islam Hadhari" atau Islam progresif telah diperkenalkan oleh Perdana Menteri Malaysia,
Datuk Seri Abdullah Ahmad Badawi, untuk menegaskan peranan utama pengetahuan dalam Islam.
Ketekunan, kejujuran, pentadbiran yang baik, serta kecekapan diberikan nilai yang sama. la juga merayu kepada orang-orang Islam agar menjadi menyeluruh, bertoleransi, dan berpandangan ke luar.
Islam Hadhari bertujuan untuk mencapai sepuluh prinsip utama:
- Keimanan dan ketaqwaan kepada Ilahi.
- Kerajaan adil dan beramanah.
- Rakyat berjiwa merdeka.
- Penguasaan ilmu pengetahuan.
- Pembangunan ekonomi yang seimbang dan komprehensif.
- Kehidupan berkualiti.
- Pembelaan hak kumpulan minoriti dan wanita.
- Keutuhan budaya dan moral.
- Pemeliharaan dan pemeliharaan alam semulajadi.
- Kekuatan Pertahanan dan Perpaduan.
Abdullah Mohd Zain, Menteri dalam Jabatan Perdana Menteri, berkata bahawa "la menekankan kebijaksanaan, sifat praktik, dan keharmonian," dan menambah bahawa "la menggalakkan kesederhanaan atau pendekatan seimbang terhadap kehidupan, tanpa menyimpang daripada asas-
asas al-Quran, serta contoh-contoh dan pepatah-pepatah Nabi Muhammad.
B.Cara Penyebaran Islam Di Malaysia
Setelah pengenalan awal Islam, telah menyebarkan agama Islam oleh ulama setempat atau ulama 'dari satu ke daerah lain. Mereka biasa latihan ini adalah untuk membuka pusat pelatihan agama disebut "pondok" atau pondok kecil dari tempat tidur dibangun untuk para siswa. Selain memberi kuliah di rumah, rumah doa, atau mesjid, mereka juga melaksanakan tugas-tugas seperti yang bekerja di padi ladang, kebun dan pekerjaan lain sesuai dengan kemampuan masing-masing. Peran ini ulama 'yang tidak hanya dari guru tetap ini juga dengan penasihat untuk keluarga dan masyarakat desa. Mereka memainkan peran yang cukup luas satu karena keahlian dan kemampuan mereka di lebih dari satu bidang aktivitas manusia. Setelah lulus, maka murid akan kembali ke tanah air mereka, yang sering jauh di beberapa pelosok tanah air,membentuk link dalam satu rantai antara ulama 'dan lainnya.
Islam di kepulauan Melayu pada umumnya dan Malaysia khususnya mengikuti Shafi Madhab (sekolah pemikiran). Namun banyak umat Islam di Malaysia yang tidak mengikuti sekolah tertentu. Di Peril's, negara yang menetapkan konstitusi Perlis mengikuti Qur'an dan Sunnah dan tidak madhab tertentu. Banyak umat Islam di Perlis sehingga tidak mengikuti madhab apapun,
seperti halnya dengan pengikutnya dan anggota dari Organisasi Muhammadiyah di Indonesia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar